120 KM/H

     

   "Rendy, bawa motornya pelan-pelan aja! Mataku kelilipan" Icis yang sedang kesulitan melihat, memeluk punggung Rendy dengan kuat. Rendy panik mengetahui bahwa ada kerusakan pada motornya, ia mencoba menghentikan motornya sambil menghindari kendaraan lain. "Icis... aku suka kamu" Rendy yang berusaha menenangkan Icis. "Apaaa??" Icis kesulitan mendengar. "Kamu mau gak jadi pacar aku?" Tanya Rendy. "Mau apaa?" Icis yang masih kesulitan mendengar dengan jelas.  "KAMUU MAU GAK JADII PACAR AKUU?" Rendy berteriak. Icis mendengar  dan berdiam sejenak mengingat apa yang dilakukan Rendy selama ini kepada -Nya, "Kamu bisa gak berhenti dulu, aku akan menjawabnya". "Baiklah" Rendy dengan tertawa. "Icis tolong lepaskan helm-ku, dan pakai helm nya" Rendy. "Memang kenapa? aku kesulitan untuk mengambil nya" ucap Icis. "Lepas dan pakailah" Rendy yang mengetahui ada tiduran tajam didepan, meminta Icis dengan tegas. Icis yang mendengar Rendy segera melepas helm yang digunakan Rendy dan memakai helm-nya. "Icis maaf".
     "Sebuah kendaraan bermotor yang berkecepatan 120 km/jam memasuki jalan raya besar, di duga pengendara bermotor itu merupakan sepasang kekasih. Dari kejadian tersebut, polisi menduga bahwa kendaraan bermotor itu mengalami gas blonk dan juga pada bagian rem nya. Seorang pengendara tewas menabrak sebuah toko,  sedangkan sang kekasih mengalami luka berat. Jangan kemana-mana, karna kami akan kembali setelah iklan berikut".
     Aku berada di rumah sakit, dengan keluarga-Ku yang berkumpul. Juga ada Kakak Rendy yang menangis melihat siaran TV dirumah sakit. Lengan ku patah, dengan luka lecet. Mengapa aku terluka, aku seperti melupakan sesuatu. Beberapa hari kemudian Kakak Rendy menceritakan semuanya, aku teringat akan semuanya. Aku tidak mengetahui, bahwa motor Rendy mengalami kerusakan pada saat itu. "Dokter mengatakan kamu sangat beruntung, helm yang kamu kenakan menyelamatkan nyawa-Mu" ucap Kakak Rendy. Aku menangis....meronta - ronta sambil memanggil Rendy....aku merengek dengan kesedihan yang terlarut. Aku hanya dapat mengingat, bahwa aku terlempar dari motor Rendy dan terjatuh dikerumunan orang. "Terima kasih Rendy".




     Sekian cerita saya, saya Bapak Imajinasi...haha....mengucapkan terima kasih untuk kalian yang berani berkomentar. Saya hanya ingin berkenalan, kata-kata untuk hari ini adalah;

"Seni adalah Kegilaan"


Sayonara

Komentar